Surakarta - Balai POM di Surakarta melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan dan Edukasi Stunting pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Flamboyan 5, Kerten, Laweyan, Kota Surakarta. KIE ini ditujukan kepada para peserta yang datang yaitu ibu hamil, ibu menyusui, ibu yang memiliki bayi dan balita. Tujuan KIE adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, khususnya ibu rumah tangga terhadap pencegahan stunting.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Doris Wahyu Megawati yang merupakan Pengawas Farmasi dan Makanan, Balai POM di Surakarta. Para kader dan peserta posyandu sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Selain pelaksanaan KIE, Balai POM di Surakarta juga menerima pengujian cepat secara gratis untuk pangan olahan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil. Pada pengujian ditemukan mi kuning yang diduga positif mengandung formalin berdasarkan hasil uji cepat. Pembinaan telah diberikan agar masyarakat lebih cermat dalam mengonsumsi makanan. Peserta juga diedukasi untuk menghindari membeli makanan yang berwarna menyolok, memiliki bau khas formalin, dan bisa tahan lama di suhu ruang tanpa pengawet karena diduga mengandung bahan berbahaya yang dapat menganggu kesehatan.
Stunting dan keamanan pangan merupakan hal penting yang merupakan tugas kita bersama dalam mengawalnya. Peran masyarakat dan keluarga adalah kunci penting dalam keberhasilan penurunan angka stunting di Indonesia. Dengan dilaksanakan KIE ini, Balai POM di Surakarta berkomitmen ikut berperan dalam pencegahan stunting dan memberikan sumbangsih dalam terwujudnya generasi sehat untuk Indonesia Emas 2045. (DWM)